Profil SMA Kolese De Britto: SMA Swasta Terbaik di DIY, Siswa Bisa Gondrong

Profil SMA Kolese De Britto: SMA Swasta Terbaik di DIY, Siswa Bisa Gondrong

Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ada salah satu SMA swasta yang selalu masuk 10 besar sekolah terbaik di DIY berdasarkan nilai UTBK. SMA swasta tersebut yaitu SMA Kolese De Britto atau biasa disebut JB yang merupakan kependekan dari Johanes De Britto. SMA swasta terbaik di Yogyakarta ini sangat populer karena penampilan para siswanya yang berbeda. Seperti tidak berseragam, diperbolehkan berambut gondrong, dan gaya eksentrik yang berkesan bebas menjadi kekhasan dari sekolah khusus untuk laki-laki ini.

SMA swasta terbaik di DIY dengan akreditasi A SMA

Kolese De Britto yang berada di Jalan Laksda Adisucipto No. 161 Yogyakarta, Indonesia 55281 ini telah berdiri sejak 19 Agustus 1948 dan hingga sekarang konsisten mendidik pemimpin-pemimpin pelayanan di tengah masyarakat.

SMA Kolese De Britto inimemiliki akreditasi A, berdasarkan sertifikat 04.01/BAN-SM-P/TU/XII/2018. Dalam pemeringkatan Top 1.000 sekolah tahun 2022 berdasarkan nilai UTBK dari LTMPT yang dirilis beberapa waktu lalu, SMA Kolese De Britto berada di peringkat 9 di tingkat provinsi DIY dengan skor total UTBK 598,569. Nilai tersebut membawa SMA Kolese De Britto berada di peringkat 51 nasional.

Kali ini hotelberastagi akan merangkumkan profil SMA Kolese De Britto. SMA Kolese De Britto Yogyakarta memiliki tradisi panjang dalam mendidik orang-orang muda untuk bertumbuh menjadi pribadi unggul yang terbuka terhadap pengetahuan dan pengalaman baru. SMA Kolese De Britto merupakan salah satu bagian dari sekolah Jesuit di dunia yang dikelola oleh para imam dari ordo Serikat Yesus atau yang biasa disebut Yesuit.

Sejarah SMA Kolese De Britto

Sesaat setelah pemerintah pendudukan Jepang mencabut peraturan yang melarang pihak swasta mendirikan sekolah, para Bruder CCI bersama suster-suster Carolus Borromeus dan Fransiskanes mendirikan sebuah sekolah menengah Katolik, setingkat SMP. Untuk menampung lulusan SMP itulah dirasa mendesak adanya sebuah sekolah menengah atas yang bersendikan asas-asas Katolik.

Atas persetujuan bersama Yayasan Kanisius di bawah pemimpin Romo Djojoseputro dengan para romo Jesuit dan para suster Carolus Borromeus didirikanlah Sekolah Menengah Atas Kanisius, yang dibuka secara resmi pada tanggal 19 Agustus 1948. Murid angkatan pertama adalah campuran putra-putri berjumlah 65 orang. Waktu itu tempatnya menumpang di ruang atas SMP Bruderan Kidul Loji. Seiring berjalannya waktu, SMA Kolese De Britto yang awalnya sekolah campuran putra dan putri kemudian dipisah.

Siswa putra menempati gedung di Jalan Bintaran Kulon 5 ini diasuh oleh para romo Jesuit, dan memakai nama SMA Santo Johanes De Britto. Siswa putri di bawah asuhan para suster Carolus Borromeus, menempati gedung di Jalan Sumbing 1 (sekarang Jalan Sabirin). Mereka memakai nama SMA Stella Duce yang berarti Bintang Penuntun. Kemudian SMA Kolese De Britto mengalami perpindahan gedung sekolah.

Yakni di daerah Demangan. Peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan gedung baru dilakukan oleh Mgr. A. Soegijapranata, S.J. yang waktu itu menjabat Vikaris Apostolik Semarang. Pada tanggal 9 Juni 1953, oleh Pembesar Serikat Jesus di Roma, nama SMA Santo Johanes De Britto diubah menjadi SMA Kolese De Britto. Nama De Britto diambil dari nama seorang misionaris Yesuit asal Portugal yang terbunuh sebagai martir di Madurai India pada tahun 1693.

Baca Juga : SMA Taruna Nusantara: Sekolah Elite untuk Masa Depan yang Cemerlang

Siswa boleh gondrong dan tidak berseragam

SMA Kolese De Britto memiliki sejumlah fasilitas di lingkungan sekolahnya yakni laboratorium, kapel, ruang diskusi, aula, laboratorium alam, lapangan dan perpustakaan. Di kalangan anak-anak muda, SMA Kolese De Britto sangat populer karena penampilan para siswanya yang berbeda, tidak berseragam, berambut gondrong, dan gaya eksentrik yang berkesan bebas menjadi kekhasan dari sekolah khusus untuk laki-laki ini.

Nilai-nilai di SMA Kolese De Britto Ada beberapa nilai yang ditanamkan SMA Kolese De Britto kepada para siswanya, antara lain:

1. Leadership Mempunyai kesanggupan dan pengalaman di berbagai bidang untuk terlibat aktif mengembangkan jiwa kepemimpinan.

2. Compassion Mempunyai kepedulian kepada sesama dan lingkungan yang ditunjukkan dengan aktif dalam kegiatan sosial, kegiatan sekolah, kegiatan masyarakat, dan selalu berefleksi.

3. Competence Mempunyai nilai di bidang akademis yang selalu meningkat di atas KKM dan tidak pernah tinggal kelas. Mempunyai kompetensi di bidang nonakademis yang ditunjukkan melalui kesetiaan, ketekunan, dan prestasi lomba yang diraih.

4. Conscience Mempunyai prinsip yang teguh dan kemampuan untuk bersosialisasi dengan orang lain, percaya diri, jujur, terbuka, dan berkembang menjadi lebih baik.

5. Commitment Memiliki komitmen sebagai pejuang keadilan dan senantiasa memperjuangkan hal-hal menjadi lebih baik, taat terhadap tata tertib dan kesepakatan-kesepakatan yang telah dibuat.

6. Consistency Mempunyai kebiasaan melakukan apa yang dikatakan dan mengatakan apa yang dilakukan.

Semua itu bersandar pada nilainilai yang dihayati di SMA Kolese De Britto ini. Bagi siswa yang ingin mendaftar di SMA Kolese De Britto ada dua jalur yang dibuka yakni jalur reguler dan jalur prestasi akademik dan non-akademik.

Setelah menyelesaikan berbagai syarat administrasi, siswa yang ingin melanjutkan pendidikan di SMA Kolese De Britto juga akan melalui beberapa tes lainnya, seperti: Psikotes Tes kognitif Tes Wawancara Kebugaran

Beberapa alumnus SMA Kolese De Britto seperti Ari Wulu seorang musisi, program director dan creative director. Wregas Bhanuteja yang berprofesi sebagai sineas dan sutradara film. Dr. J. Kristiadi yang merupakan seorang peneliti senior CSIS dan pengamat politik. Ada juga Dr. Ir. D. Agung Krisprimandoyo yang menjabat sebagai Direktur Ciputra Group. Itulah profil SMA Kolese De Britto yang merupakan SMA swasta terbaik di DIY berdasarkan nilai UTBK 2022. Bagi siswa yang tertarik melanjutkan pendidikan di SMA Kolese De Britto bisa melihatnya langsung di laman SMA Kolese De Britto. Termasuk prosedur penerimaan peserta didik baru.